Rabu, 14 November 2012

Teknologi Jaringan


Gambaran Awal Wireless

Wireless merupakan teknologi Nir-kabel dimana perangkat elektronik yang dapat saling berhubungan atau berkomunikasi tanpa menggunakan kabel. Contoh : Mobile Phone, WLAN, dan lain-lain.
             
1. Wireless Network : Berdasarkan kemampuan roaming wireless data dibagi menjadi :

  •  Wireless LAN : Wireless LAN sama seperti ethernet tanpa kabel dimana user berhubungan dengan server melalui modem radio. Salah satu betuk modem radio yaitu PC Card yang digunakan untuk Laptop.
  • Wireless WAN : Wireless WAN lebih bersifat global, karena itu dibutuhkan penambahan carrier radio bagi nation wide. Untuk memperoleh aplikasi wireless WAN, user dapat menjadi pelanggan operator wireless data dan membayar biaya roaming.


 2. Teknologi Wireless

Saat ini teknologi nirkabel internte di Indonesia dikuasai oleh teknologi Nirkabel LAN (W-LAN) yang berbasis protokol IEEE 802.11 (tepatnya IEEE 802.11b). teknologi WLAN IEEE 802.11 menjadi sangat menarik bagi permbaca yang ingin membangun LAN dan WAN pada bandwidth antara 2 sampai 11 Mbps dengan biaya murah.penggunaan WLAN jauh lebih menguntungkan untuk operasional jangka panjang. Memang investasi peralatan WLAN lebih mahal dari pada alternatif lainnya. Tidak mengherankan jika pengusaha warung internat (warnet) banyak sekali mengandalkan peralatan WLAN ini untuk mengakses internet jauh lebih mudah dibandingkan dengan menyewa fasilitas Fixed Line yang disediakan oleh telkom.



Sebagai gambaran, untuk mengakses 2 Mbps dengan menggunakan fasilitas yang disediakan Telkom, kita membutuhkan biaya langganan sekitar Rp. 10 juta-an setiap bulannya, sedangkan WLAN pada kecepatan 11 Mbps membutuhkan investasi hanya sekitar US $ 1.500-an untuk sepasang radio modem lengkap dengan antena dan perangkat tambahannya, dengan biaya operasional sangat mudah. Jelas menjadi sangat menarik untuk mengembangkan warnet maupun RT-RW-Net.

Dunia usaha dalam berbagai ukuran sangat beruntung dapat mengoprasikan sistem WLAN yang mampu memberikan kombinasi yang baik antara troughput yang mendekati jarinngan kabel, akses mobile dan konfigurasi yang fleksibel.

Keuntungan ekonomis yang akan diperoleh dapat mencapai US $ 16.000 per user (menurut hasil penelitian di USA), dibandingkan alternatif menggunakan kabel, dan diukur dari produktifitas pekerja, efisiensi organisasi, keuntungan dan penghematan.

Beberapa keuntungan WLAN adalah :

  1. Mobilitas yang akan meningkatkan prduktifitas dengan akses real-time terhadap informasi tidak peduli dimana lokasi pekerja, agar lebih cepat dan efisien dalam pengambilan keputusan
  2. Setup jaringan lebih murah, terutama untuk lokasi yang sulit dipasang kabel seperti gedung tua atau bangunan dengan tembok yang pasif
  3. Pengunaan total cost of ownership-terutama dilingkungan yang dinamis, yang membutuhkan perubahan-perubahan yang sangat sering dan kita instalasi per alat dan per pemakai
  4. WLAN memerdekakan pemakai dari ketergantungan pada akses kabel backbone jaringan, memberikan mereka akses ke jaringan kapan saja, dimana saja. Kebebasan untuk roaming ini memberikan banyak keuntungan dalam berbagi lingkungan pekerjaan, seperti :

  • Akses informasi secara langsung di samping tempat tidur bagi dokter dan staff di rumah sakit
  • Kemudian, akses jaringan secara real-time untuk auditor atau konsultan on-site
  • Kemudahan akses database bagi supervisor yang bergerak, seperti manajer di production line auditor di gedung, maupun teknisi di konstruksi
  • Akses real-time bagi pertemuan-pertemuan kelompok belajar untuk siswa atau mahasiswa

Faktor yang menarik dari WLAN adalah kemudahan, karena teknologi ini memberikan fleksibelitas dan roaming. Seorang pengguna tidak harus terikat dalam sebuah LAN, dia dapat bergerak tanpa perlu terputus hubungan komunikasinya. Disamping itu, WLAN juga mudah untuk dipasang, untuk membangun seluruh jaringan dibutuhkan beberapa jam saja dibandingkan beberapa hari jika menggunakan kabel dan juga WLAN dapat dipasang di daerah mana pemasangan kabel tambahan tidak memungkinkan. Sistem tanpa kabel ini dapat dipasang di berbagai lingkungan dan pengguna dapat berkomunikasi dengan jaringan yang menggunakan kabel melalui access point (AP) atau WLAN adapter.

Gambaran Umum Nirkabel Internet Berbasis WLAN

Teknik nirkabel internet berbasis WLAN bertumpu pada konsep yang ditentukan oleh standart IEEE 802.11 terlepas dari jenis PHY (lapiran fisik) yang dipilih, IEEE 802.11 mendukung tiga topologi dasar WLAN, yaitu Independent Basic Sevice Set (IBSS), Basic Service Set (BSS) dan Extended Service set (ESS).
         
1. Konfigurasi IBSS dan BSS 

Konfigurasi IBSS dikenal debagai konfigurasi independent atau jaringan ad-hoc. Secara logika, konfigurasi IBSS mirip dengan jaringan Office peer to peer dimana tidak ada satu titik (node) yang berfungsi sebagai server. Dalam WLAN jenis IBSS sejumlah node nirkabel akan berkomunikasi secara langsung satu dengan lainnya secara Adhoc, peer to peer. Jenis IBSS ini dikenal juga dengan nama adhoc network, biasanya diimplementasikan di perkantoran, ruang didalam hotel, lapangan terang dan lainnya. Biasanya IBSS menghubungkan jaringan dalam ruang yang terbatas dan tidak disambungkan ke jaringan komputer atau jaringan internet yang lebih besar.

Jenis lain adalah BSS, yang terdiri minimal satu buah acces point ke jaringan kabel atau internet. Jenis ini dikenal juga sebagi manage network di jaringan WLAN, acces point (AP) bertindak sebagai server logical di sebuah sel atau kanal WLAN. Komunikasi antara dua node A dan B dalam jaringan BSS biasanya dari A ke AP kemudian akan mengulang data yang dikirim ke B
Extended Sevice Set (ESS) terdiri dari beberapa BSS yang saling overlap (masing-masing mempunyai acces point). AP dihubungkan satu sama lain menggunakan distribution system (DS), biasanya berupa ethernet LAN atau teknik lainnya, konfigurai ini merupakan konfigurasi standart  yang biasanya digunakan warnet dalam membangun jaringan internetnya.

2. Konfigurasi ESS

Biasanya pada AP dipasang perangkat lunak Router datau Bridge yang akan menghubungkan jaringan nirkabel LAN dengan LAN berbasis kabel.

a) Kemampuan Wireless LAN
Jaringan Wireless seperti Wireless LAN harus memiliki kemampuan :
  • Reability , artinya wireless LAN harus dapat menawarkan komunikasi yang handal sebagaimana WiredLAN.
  • Transparant , artinya selain sebagai elementer wiredLAN, wireless  LAN sebainya transparan sehingga dapat digunakan secara bersama dengan wired LAN misalnya sebagai ekspansi sistem Wired LAN eksisting.
  • Mobility , dalam arti ini WLAN harus memiliki kemampuan sebagi Full Mobitily, yaitu kemampuan mengirim dan menerima informasi dalam keadaan bergerak didalam area cakupan wireless LAN. Dan kemampuan Non Mobitily yaitu kemampuan memiliki hubungan ke jaringan dengan menempatkan terminal di dalam Area wireless LAN dan selama hubungan, terminal dalam posisi diam.
  • Fleksibilitas , yaitu mampu mengatur penambahan atau pengurangan terminal dapat diminimalisasi.

  b) Ijin Frekuensi

Isu politik paling santer dalam penggunaan WLAN adalah masalah ijin frekuensi. Seharusnya, pemerintah Indonesia berpihak pada rakyatnya dan berusaha mengupayakan agar sumberdaya yang ada dimanfaatkan secara optimal sehingga rakyat Indonesia menjadi lebih pandai.
  
c) Karakteristik

Hal yang terpenting dalam komunikasi radio pada frekuensi tinggi adalah kondisi Line of Sight antara pemancar dan penerima. Ada 2 jenis Line of Sight, yaitu
a.             Optical Line of Sight, kondisi dimana pemancar dapat melihat secara optik posisi penerima
b.            Radio Line of Sight, kondisi dimana penerima bisa mendengar transmisi dari pemancar.
Kondisi ini secara teori (Fresnel Zone) digambarkan sebagi bola football Amerika, yaitu jarak antara 2 (dua) lokasi yang saling berhubungan. Untuk memperoleh Line of Sight yang baik, minimal sekali 60 % dari Fresnel Zone yang pertama ditambah 3 (tiga) meter hasur bebas dari berbagai hambatan. 
Yang dimaksud dengan ketinggian, adalah menentukan tinggi antena minimal yang perlu disiapkan agar sinyal dapat diterima dengan baik di sisi penerima. Untuk memperoleh sinyal yang baik, ketingiian tower biasanya lebih tinggi dari pada ketinggian yang ditentukan di atas. Untuk jarak sekitar 4 km dibutuhkan tower dengan ketinggian 10 meteran.

 d) Topologi

Teknik nirkabel internet berbasis Wireless atau Wireless LAN (WLAN) bertumpu pada konsep yang ditentukan oleh standart IEEE 802.11 (tepatnya IEEE 802.11b). terlepas dari jenis PHY (lapisan fisik)yang dipilih, IEEE 802.11 mendukung 3 (tiga) topologi dasar untuk WLAN, yaitu :
  • Independent Basic Service Set (IBSS) : Konfigurasi IBSS dikenal sebagi konfigurasi independen atau jaringan ad-hoc. Secara logika, konfigurasi IBSS meirip dengan jaringan office peer-to-perr di mana tidak ada satu titik (node) yang berfungsi sebagai server. Dalam WLAN jenis IBSS sejumlah node nirkabel akan berkomunikasi secara langsung satu dangan lainnya secara ad-hoc, peer-to-peer. Jenis IBSS ini dikenal juga dengan nama ad-hoc network, biasanya diimplementasikan di perkantoran, ruang di dalam hotel, lapangan terbang, dan lainnya. Biasanya IBSS menghubungkan jaringan dalam ruang yang terbatas dan tidak disambungkan ke jaringan komputer atau jaringan Internet yang lebih besar.
  •  Basic Service Set (BSS) : BSS yang terdiri dari satu buah acces point ke jaringan kabel atau internet. Jenis ini dikenal juga sebagai manage network di jaringan WLAN, acces point (AP) bertindak sebagai server logical disebuah sel atau kanal WLAN. Komunikasi antara dua node A dan B dalam jaringan BSS biasanya dari A ke AP kemudian AP akan mengulang data yang dikirim ke B.
  • Extended Service Set (ESS) : ESS terdiri dari beberapa BSS yang saling overlap (masing-masing mempunyai access point). AP dihubungkan satu sama lain menggunakan distribution system (DS), biasanya berupa ethernet LAN atau teknik lainnya. Konfigurasi ini merupakan konfigurasi standart yang biasa digunakan warnet dalam membangun jaringan Internetnya. Biasanya pada AP dipasang perangkat lunak router atau bridge yang akan menghubungkan jaringan nirkabel LAN dengan LAN berbasis kabel.


e) Protokol & Metode Akses

Protokol yang sering digunakan oleh Jaringan Wireless yaitu teknik Multiple Akses (MA) terdiri dari FMDA dan CDMA. Berdasarkan cara pengaksesannya protokol Multiple Akses (MA) terdiri atas :

1. Protokol Contentionless 
Protokol ini menjadwakan waktu transmisi setiap user untuk menghindari terjadinya tubrukan paket data apabila beberapa user mengakses suatu kanal pada saat yang sama. Penjadwalan dilakukan dengan cara :
  • Fixed Assignment Scheduling : Protokol ini memberikan keleluasaan pada user untuk mengakses jaringan kapan saja dan mengalokasikan suatu bagian yang fixed kepada setiap user. Bagian yang fixed tersebut dapat berupa time slot (TDMA) atau frekuensi (FDMA). Kelemahan tipe ini terletak pada in-efesiensi jaringan, karena time slot atau frekuensi yang telah dialokasikan untuk user tertentu, tidak dapat digunakan oleh user lain, walaupun time slot / frekuensi tersebut tidak digunakan.
  • Demand Sheduling : Protokol ini menghindari terjadinya in-efisien jarirangan dengan mengalokasikan jaringan kepada seyiap user yang memiliki paket data yang hendak dikirimkan. Demand scheduling terbagi atas token-passing yang menggunakan topologi ring atau bus dan roll-call poling yang menggunakan topologi star.

2. Protocol Contetion
Protokol ini tidak melakukan penjadwalan pada transmisi peket, sehingga setiap user diberi kebebasan untuk mengirim paket kapan saja. Untuk menghindari terjadinya tabrakan antar paket data, dilakukan dengan cara :
  • a.             Repeated Random Access Protocol
  • b.            Random Access With Reservation

3. Protocol CDMA

Protokol CDMA berada di antara protokol contentionless dan contention. Protokol CDMA merupakan salah satu teknik multiple akses yang tidak membedakan transmisi berdasarkan frekuensi atau time slot, tetapi berdasarkan kode. Kode ini digunakan untuk mentrasformasikan sinyal user ke dalam sinyal spread-spektrum. Dengan cara ini, hanya sinyal yang diinginkan yang dapat di transformasikan sedangkan yang lainnya di abaikan.

f) Media Transmisi

Meda transmisi yang digunakan pada jaringan wireless adalah :
  • Cahaya Inframerah (IR, Infrered) -> Digunakan pada koneksi jarak dekat, memiliki bandwidth yang kecil dan cakupan yang sempit
  •  Frekuensi Radio (RF, Radio Frequency -> Digunakan pada frekuensi jarak jauh, memiliki bandwidth yang besar dan cakupan yang lebih luas. RF menggunakan pita frekuensi 2,4 GHz
  • Antenna


g)  Perangkat WLAN

Secara umum ada beberapa tipe peralatan Wireless LAN, yaitu :
  • Bertentuk card ethernet, biasanya merupakan gabungan PCMCIA adapter dan card PCMCIA yang sudah diintegrsikan menjadi satu kesatuan
  • Berbentuk card PCMCIA seperti yang banyak digunakan di laptop  atau notebook
  • Sudah menjadi satu kesatuan (satu kotak, disebut Wireless in the box), kita tinggal colok ke kabel UTP (LAN), kabel power dan kabel antena            

http://donupermana.wordpress.com/makalah/teknologi-jaringan/

0 comments:

Poskan Komentar

 
;